Senin, 31 Januari 2011

Motivasi Diri Dengan Hati Nurani


Motivasi diri lahir dari jiwa yang penuh semangat dan keyakinan dalam diri seseorang , sehingga menghasilkan pikiran yang merangsang atau menggerakkan seseorang itu menjadi dorongan yang kuat untuk melakukan suatu tindakan atau kegiatan sehingga ia dapat mancapai tujuannya.
Motivasi terbentuk  oleh cita-cita dan impian besar  seseorang  yang ingin diraihnya. Kisah kesuksesan berawal dari sebuah impian yang diimplementasikan dalam serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang mempunyai impian besar  harus percaya diri bahwa ia akan mampu mewujudkannya. Disertai dengan keyakinan terhadap Tuhan yang akan membantu dan mendampinginya  melalui hati nurani.

Menurut Robert K. Cooper Phd bahwa hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi yang kita jalani. Hati mampu mengetahui hal-hal mana yang tidak boleh, atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani.
Motivasi yang berasal dari dorongan suara hati atau hati nurani dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa dekat ini akan memancarkan nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai spiritualitas dalam motivasi akan melahirkan motivasi yang positif, motivasi yang sarat dengan serangkaian langkah-langkah spiritual dan optimisme terhadap keberhasilan.

Prof. Danah Zohar dan Prof. Ian Marshall dari Harvard University dan Oxford University memaparkan tentang kecerdasan spiritual dalam bukunya “Spiritual Quotient (SQ)”. Mereka berdua menjelaskan kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan persoalan makna hidup. Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat menilai langkah-langkah hidup seseorang lebih bermakna dibanding orang lain. Jadi hidup tidak hanya kosong tanpa makna yang jelas.

Kemudian, Wolf Singer, Michael Persinger dan V.S Ramachandran menemukan fungsi God Spot yang terintegrasi dalam otak manusia. God Spot sebagai pembimbing manusia untuk terus menerus mencari makna hidup. Manusia yang berhasil memaknai hidup ini dengan spiritualitas akan memotivasi dirinya untuk mengambil aktivitas yang terbaik, jauh dari perbuatan mendholimi orang lain, menebarkan kebaikan dan kemakmuran dalam mencapai impian.
Suara hati nurani akan mudah untuk didengar bila kita mempunyai hati yang bersih dan suci. Keyakinan bahwa Tuhan dekat dan akan membantu kita memberikan motivasi yang besar, yang akan melahirkan kepercayaan diri  untuk dapat meraih cita-cita itu. Hati nurani merupakan pembimbing terhadap apa yang sebaiknya dilakukan.

Jumat, 21 Januari 2011

Pikiran Penyebab Perasaan

Perasaan adalah karunia luar biasa yang kita miliki untuk memberitahu apa yang sedang kita pikirkan.

Apa yang sedang kita pikirkan dengan cepat akan terungkap oleh perasaan.  Perasaan adalah sinyal langsung bagi kita untuk mengetahui apa yang sedang kita pikirkan. Kita perlu mendengarkan perasaan dan menyadarinya, karena itu cara tercepat untuk mengetahui apa yang sedang kita pikirkan.


Kita mempunyai dua perasaan : perasaan buruk dan perasaan baik. Dan kita mengetahui perbedaannya, yang satu membuat kita merasa buruk dan yang lainnya membuat kita merasa baik. Ada perasaan tertekan (depresi), marah, kesal, putus asa (prustasi), stress, atau rasa bersalah. Perasaan-perasaan tersebut membuat kita tak berdaya dan bersikap tidak baik. Itulah perasaan buruk.

Sisi sebaliknya adalah kita mempunyai  perasaan yang baik. Kita akan tahu ketika perasaan baik itu datang, karena perasaan itu membuat kita merasa baik. Syukur, semangat, gembira, bergairah dan penuh cinta. Bayangkan jika kita dapat merasakannya setiap hari.
Tidak seorangpun dapat memberitahu kita, apakah kita merasa baik atau buruk? Karena yang dapat mengetahui bagaimana perasaan kita adalah diri kita sendiri. Jika kita meyakini perasaan kita, tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana perasaan saya?”. Kita bisa mengajukan pertanyaan ini berkali-kali setiap hari. Dan ketika kita melakukannya, kita akan lebih menyadari perasaan kita.

Hal terpenting yang perlu kita sadari adalah mustahil bagi kita merasa buruk sekaligus mempunyai pikiran yang baik. Karena pikiran menyebabkan perasaan. Jika kita merasa buruk, itu disebabkan karena kita sedang memikirkan hal-hal yang membuat kita merasa buruk. Dan mustahil ketika kita merasa baik sekaligus mempunyai pikiran yang buruk. Jika kita merasa baik, itu disebabkan karena kita sedang memikirkan hal-hal yang baik pula.

Segala sesuatu yang kita pikir dan rasakan akan menciptakan masa depan kita. Ketika kita merasa baik, kita akan menciptakan masa depan yang sesuai dengan keinginan kita. Dan ketika kita merasa buruk, kita akan menciptakan masa depan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Jika kita khawatir atau takut, akan mendatangkan lebih banyak lagi kekhawatiran dan ketakutan dalam hidup kita. Tetapi sebaliknya,  ketika kita berpikiran dan berperasaan baik, akan mendatangkan lebih banyak lagi kebaikan dalam hidup kita.

Ingatlah, bahwa pikiran adalah penyebab utama dari segala sesuatu. Maka, ubahlah pikiran Anda sekarang juga. Pikirkanlah sesuatu yang baik. Ketika perasaan baik mulai datang, Anda akan mengetahuinya, karena Anda sudah mengubah pikiran Anda ke sesuatu yang baik. Sehingga perasaan Anda menjadi lebih baik.

Jadi, “Bagaimana perasaan Anda saat ini?” Berhentilah sejenak untuk memikirkan bagaimana perasaan Anda. Jika Anda merasa tidak baik dibandingkan dengan yang Anda inginkan, fokuskan perasaan yang Anda inginkan dalam diri dan tingkatkan terus perasaan tersebut. Ketika Anda fokus pada perasaan Anda, dengan berniat mengubah diri, Anda akan dapat merasakan kekuatan perasaan Anda.

Buatlah hal-hal yang dapat mengubah perasaan Anda dalam seketika. Salah satu contoh dengan cara memejamkan mata sejenak (menutup diri dari gangguan), berfokus pada perasaan yang Anda inginkan, dan tersenyumlah selama satu menit. Yang lainnya, mungkin kenangan yang indah, kondisi yang menyenangkan, saat-saat lucu, orang-orang yang Anda cintai, atau musik favorit Anda. Hal-hal yang berbeda akan memindahkan perasaan Anda pada saat-saat yang berbeda pula. Jika salah satu hal (cara) tidak berhasil gunakanlah cara yang lain. Hanya butuh beberapa menit dengan fokus, untuk mengubah perasaan dalam diri Anda.


Perasaan adalah hasrat, dan hasrat adalah cinta. Pikiran yang dirasuki oleh cinta akan menjadi luar biasa. Maka penuhilah pikiran dan perasaan Anda dengan cinta. Semoga kehidupan indah (kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaiaan, keselamatan, dll.) yang Anda inginkan, bisa Anda wujudkan dengan mengarahkan pikiran dan perasaan Anda kepada yang baik-baik.