Jumat, 21 Januari 2011

Pikiran Penyebab Perasaan

Perasaan adalah karunia luar biasa yang kita miliki untuk memberitahu apa yang sedang kita pikirkan.

Apa yang sedang kita pikirkan dengan cepat akan terungkap oleh perasaan.  Perasaan adalah sinyal langsung bagi kita untuk mengetahui apa yang sedang kita pikirkan. Kita perlu mendengarkan perasaan dan menyadarinya, karena itu cara tercepat untuk mengetahui apa yang sedang kita pikirkan.


Kita mempunyai dua perasaan : perasaan buruk dan perasaan baik. Dan kita mengetahui perbedaannya, yang satu membuat kita merasa buruk dan yang lainnya membuat kita merasa baik. Ada perasaan tertekan (depresi), marah, kesal, putus asa (prustasi), stress, atau rasa bersalah. Perasaan-perasaan tersebut membuat kita tak berdaya dan bersikap tidak baik. Itulah perasaan buruk.

Sisi sebaliknya adalah kita mempunyai  perasaan yang baik. Kita akan tahu ketika perasaan baik itu datang, karena perasaan itu membuat kita merasa baik. Syukur, semangat, gembira, bergairah dan penuh cinta. Bayangkan jika kita dapat merasakannya setiap hari.
Tidak seorangpun dapat memberitahu kita, apakah kita merasa baik atau buruk? Karena yang dapat mengetahui bagaimana perasaan kita adalah diri kita sendiri. Jika kita meyakini perasaan kita, tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana perasaan saya?”. Kita bisa mengajukan pertanyaan ini berkali-kali setiap hari. Dan ketika kita melakukannya, kita akan lebih menyadari perasaan kita.

Hal terpenting yang perlu kita sadari adalah mustahil bagi kita merasa buruk sekaligus mempunyai pikiran yang baik. Karena pikiran menyebabkan perasaan. Jika kita merasa buruk, itu disebabkan karena kita sedang memikirkan hal-hal yang membuat kita merasa buruk. Dan mustahil ketika kita merasa baik sekaligus mempunyai pikiran yang buruk. Jika kita merasa baik, itu disebabkan karena kita sedang memikirkan hal-hal yang baik pula.

Segala sesuatu yang kita pikir dan rasakan akan menciptakan masa depan kita. Ketika kita merasa baik, kita akan menciptakan masa depan yang sesuai dengan keinginan kita. Dan ketika kita merasa buruk, kita akan menciptakan masa depan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Jika kita khawatir atau takut, akan mendatangkan lebih banyak lagi kekhawatiran dan ketakutan dalam hidup kita. Tetapi sebaliknya,  ketika kita berpikiran dan berperasaan baik, akan mendatangkan lebih banyak lagi kebaikan dalam hidup kita.

Ingatlah, bahwa pikiran adalah penyebab utama dari segala sesuatu. Maka, ubahlah pikiran Anda sekarang juga. Pikirkanlah sesuatu yang baik. Ketika perasaan baik mulai datang, Anda akan mengetahuinya, karena Anda sudah mengubah pikiran Anda ke sesuatu yang baik. Sehingga perasaan Anda menjadi lebih baik.

Jadi, “Bagaimana perasaan Anda saat ini?” Berhentilah sejenak untuk memikirkan bagaimana perasaan Anda. Jika Anda merasa tidak baik dibandingkan dengan yang Anda inginkan, fokuskan perasaan yang Anda inginkan dalam diri dan tingkatkan terus perasaan tersebut. Ketika Anda fokus pada perasaan Anda, dengan berniat mengubah diri, Anda akan dapat merasakan kekuatan perasaan Anda.

Buatlah hal-hal yang dapat mengubah perasaan Anda dalam seketika. Salah satu contoh dengan cara memejamkan mata sejenak (menutup diri dari gangguan), berfokus pada perasaan yang Anda inginkan, dan tersenyumlah selama satu menit. Yang lainnya, mungkin kenangan yang indah, kondisi yang menyenangkan, saat-saat lucu, orang-orang yang Anda cintai, atau musik favorit Anda. Hal-hal yang berbeda akan memindahkan perasaan Anda pada saat-saat yang berbeda pula. Jika salah satu hal (cara) tidak berhasil gunakanlah cara yang lain. Hanya butuh beberapa menit dengan fokus, untuk mengubah perasaan dalam diri Anda.


Perasaan adalah hasrat, dan hasrat adalah cinta. Pikiran yang dirasuki oleh cinta akan menjadi luar biasa. Maka penuhilah pikiran dan perasaan Anda dengan cinta. Semoga kehidupan indah (kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaiaan, keselamatan, dll.) yang Anda inginkan, bisa Anda wujudkan dengan mengarahkan pikiran dan perasaan Anda kepada yang baik-baik.

Tidak ada komentar: