Rabu, 22 Juni 2011

4 Kiat Menjaga Rumah Tangga Agar Tetap Harmonis

Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.


Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.


Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.


Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.


Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.


Ada empat kiat yang mesti diperhatikan agar keharmonisan dalam rumah tangga tetap terjaga, keempatnya adalah:


1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.


Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.


Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.


Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.


Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.


Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.


3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan
sudut pandangnya.


Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.


Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara . Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.


4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.


Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi. 



Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!



Selasa, 21 Juni 2011

Pasangan Hidup


Ada kalanya seseorang memiliki pasangan hidup berparas menarik,

tapi ucapannya 'pedas' dan menyakitkan. Yang lain barangkali rupawan,
ucapan enak didengar tetapi sangat boros. Ada pula seseorang yang pandai
menyenangkan pasangan, pandai mengatur keuangan, namun kurang
rajin beribadah.

''Manusia itu seperti unta. Di antara 100 ekor unta, sangat sulit kamu
menemukan seekor yang sangat baik tunggangannya. '' (HR Bukhari Muslim).
Bagi istri hampir tidak mungkin mendapatkan suami yang gagah perkasa,
mulia, dermawan, berilmu luas, banyak sedekah, pandai mengendalikan
amarah, mudah memaafkan orang lain, dan romantis. Bagi suami, hampir
tidak mungkin memiliki seorang istri yang cantik, pandai menyenangkan
suami, cekatan, pintar mengelola keuangan, rajin beribadah, serta sejuta
sifat baik lainnya.

Nasihat Rasulullah SAW, berkenaan kekurangan yang ada pada
pasangan kita, ''Hendaknya seorang Mu'min tidak meninggalkan
seorang Mu'minah. Kalau dia membenci suatu perangai pada diri
istrinya, dia pasti menyenangi perangai yang lain.'' Pesan Rasulullah
senapas dengan firman Allah, ''Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka,
(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal
Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.'' (An Nisa [4]: 19).

Tentu saja bukan berarti kita membiarkan begitu saja beberapa aib ataupun
kekurangan pasangan kita. Harus ada usaha berupa perkataan (nasihat lisan)
maupun perbuatan (nasihat dengan teladan) untuk memperbaiki kekurangan
pasangan. Namun tentu saja, usaha perbaikan tersebut harus dengan keikhlasan
serta cara yang sebaik mungkin kita mampu.

Hendaknya kita melihat tindakan memberi nasihat merupakan penunaian
kewajiban menyampaikan ilmu ataupun nilai kebaikan yang orang lain
pada saat itu belum memilikinya. Tentu saja dengan tetap menyadari
orang yang kita nasihati memiliki beberapa kelebihan yang tidak kita miliki.
Selain ikhlas dalam menasihati, penting pula ikhlas dalam menerima nasihat.
Ketika kita dinasihati, hendaknya kita kendalikan serta lunakkan hati kita
untuk ikhlas menerimanya.

Adakalanya suatu nasihat kebenaran akan mendapatkan penolakan
ketika cara penyampaiannya salah. Hendaknya kita pandai memilih
metode dan waktu yang lebih tepat untuk menasihati pasangan kita.
Bil hikmah wa mau'idzhatul hasanah, dengan hikmah serta pelajaran
utama. Semoga apa yang dicontohkan banyak rumah tangga publik figur
belakangan ini, tidak terjadi pada kita. Aamiin…

Senin, 20 Juni 2011

Kasih Sayang itu adalah Akhlaq yang Baik


Selain cinta yang bersifat lahiriah (fisik), Allah juga mengajari kita agar membina cinta yang bersifat batiniah (fisikis), yaitu kasih sayang (Rahman & Rahim). Inilah cinta universal, yang lebih bertumpu pada rasa belas kasih sesama.


Ini penting, sebab cinta yang bersifat lahiriah, lama-lama akan mengalami penurunan, seiring dengan menurunnya performance fisik. Yang lelaki maupun yang perempuan, sama-sama akan menjadi tua dan keriput. Bahkan kemampuan bercinta pun akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Karena itulah, Allah memberikan Anugerah lain berupa rasa kasih sayang, yang tidak terikat pada keindahan fisik, melainkan lebih bersifat batiniah dan keluhuran akhlaq. Inilah sifat kemanusiaan yang bersumber kepada sifat-sifat Allah, yang Maha Pengasih tanpa pilih kasih dan Maha Penyayang tanpa pandang bulu.


Tak peduli sedang kaya atau sudah miskin, tak peduli sedang sehat atau sakit, tak peduli masih tampan dan cantik ataukah sudah tua renta, sifat kasih sayang tetap melekat kepada orang-orang yang ber-akhlaq dan berbudi pekerti baik, yaitu orang-orang yang ketularan sifat Ketuhanan (illahiah).

Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi perubahan yang berlawanan antara cinta dan kasih sayang. Cinta biasanya akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, akan tetapi kasih sayang bisa meningkat seiring dengan umur dan meningkatnya kebijakan seseorang.


Suatu ketika ada seorang pria berusia 60-an tahun yang mengatakan kepada saya bahwa ia dengan istrinya kini sudah seperti kakak dan adik saja layaknya. Perasaan cintanya tidak menggebu-gebu lagi seperti ketika berumur 30-an atau 40-an tahun. Akan tetapi dia merasakan ada suatu perasaan seperti ‘cinta’ yang tidak bergantung kepada penampilan fisik, melainkan lebih kepada 'kecocokan' batin, keinginan saling membantu dan meringankan, keinginan untuk membahagiakan pasangannya, karena ia merasa selalu dibahagiakan. Itulah perasaan kasih sayang yang tulus.



Islam mengajarkan agar kita memupuk rasa kasih sayang itu. Bukan hanya sekadar cinta lahiriah, tetapi juga kasih sayang batiniah. Insya Allah rumah tangga yang dikembangkan ke arah kasih sayang akan menjadi lebih langgeng, ketimbang hanya bersifat lahiriah.


Hal-hal yang bisa mendorong terpupuknya kasih sayang itu adalah akhlaq yang baik, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Sebaliknya, yang bisa mengganggu terpuruknya kasih sayang adalah akhlaq yang buruk.


Orang-orang yang suka marah, pembenci, iri, dengki, serakah, egois, dan lain sebagainya, akan cenderung sulit memupuk rasa kasih sayang. Sebaliknya orang yang jujur, adil, rendah hati, dan penyabar memiliki 'kans' yang besar untuk menciptakan rumah tangga yang penuh Rahman Rahim alias kasih sayang.



Karena itulah, Nabi Muhammad SAW adalah seorang rasul yang diutus untuk memperbaiki akhlaq manusia. Di perbaikan akhlak itulah kunci keberhasilan hidup kita, dunia dan akhirat.


Minggu, 22 Mei 2011

Pensiun Muda Melalui Bisnis


Pensiun muda, yang penting dalam bisnis dan anda ingin pensiun muda. Model bisnis ini yang dikatakan Roberrt Kiyosaki, bukan berapa banyak. Tetapi yang penting seberapa cepat. Contohnya sewaktu saya ngajar di Jepang untuk nasabah City Goal, yang punya 1.000.000 US keatas tabungannya lalu di bayari oleh City Bank dan Robert Kiyosaki ngajar disana. Ada dua ratus orang waktu itu yang organiser nya. Tanya nanti si Robert Kiyosaki.

Mau ngajar apa? Itu yang di ajar sudah kaya – kaya benar, salah satu yang di ajar dia ngomong gini, anda seneng mana punya penghasilan 100.000 US atau 10.000 US? kalau bisa dua – duanya, itu sudah ikut seminar saya. Tetapi begini ketika mereka ngomong Robert saya pilih 100.000 US, “you not get the idea” pantesan kamu miskin! 1.000.000 US di anggap miskin. Robert Kiyosaki keras sekali kalau mengajar terkadang bentak orang. pantesan kamu malas dan pantesan uang kamu di taruh di City Bank. Bunganya 0,1 persen tidak di kasih bunga juga mau, celaka besok tidak mau nabung lagi. Kamu ini bukan berapa besar, tapi seberapa cepat.

Percuma kalau kamu punya duit 100.000 US, dapetnya 50 tahun. Lebih baik 10.000 US permenit, anda selalu tanya berapa cepat kita bisa menghasilkan, dan bisa sampai lebih cepat anda baru bisa pensiun! Kalau anda tidak waspada tentang waktu anda tidak bisa sukses.

Action Plan :
1. Umur berapa Anda ingin pensiun?
2. Bagaimana Model bisnis Anda?
3. Seberapa cepat?

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda.
Anda bisa mendapatkannya di sini :

Membuat Nilai Tambah dalam Bisnis


Dalam bisnis ini kita harus selalu mempunyai nilai tambah, sebetulnya nilai tambah itu secara garis besar di bagi tiga. Anda hanya bisa ambil dua , jarang sekali anda bisa tiga tiganya. Ini saya ambil dan belajar dari Michael Tracy bagaimana ”Double Digit Grow”. Ini buku yang sangat bagus dan bagaimana kita tumbuh dua kali lipat. Dia cerita tentang IBM dan perusahaan yang tumbuhnya cuma dua sekian persen tapi ada juga yang 11% dan 20%,dan terus tumbuh. Dan ada Jhonson n jhonson yang tumbuh selama 59 tahun bisnis nya terus tumbuh dan tumbuh terus. Dan saya pun masih terus harus belajar, disini dikatakan oleh Michael Tracy ada tiga keunggulan bisnis.

Satu adalah murah, anda dengan operasional yang paling ringkes dan paling efisien anda bisa murah. Bisa seperti toko buku saya, satu keunggulannya adalah murah, parkir gratis dan segala macam yang lainnya, yang kedua keunggulan berikutnya adalah unggul dalam mutu produk – produk anda, dahsyat luar biasa , mutunya lebih baik di banding yang lain, yang ketiga adalah servisnya atau pelayanannya. Hanya tiga menurut dia dan servis itu termasuk kecepatan..
Action Plan :
1. Apa nilai tambah Perusahaan Anda?
2. Bagaimana di banding dengan Perusahaan kompetitor?
3. Buat nilai tambah yang dapat meningkatkan penjualan

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda.
Anda bisa mendapatkannya di sini :
http://tdwmastery.com/bm/?id=32661

Bagaimana Berhasil Menjadi True Business Owner


Salah satu tes apakah “Business Owner” atau “Self-employee” yang memiliki business sesungguhnya adalah bila bisnis tadi kita tinggal satu tahun, bisnis tadi bertambah besar atau rugi, (bisakah anda meninggalkan bisnis anda selama satu tahun atau lebih dan saat kembali menemukannya lebih menguntungkan serta berjalan dengan baik daripada ketika anda pergi?).
• Bagaimana bisnis kita berkembang dengan atau tanpa kita ?
Menurut Robert Kiyosaki untuk berhasil menjadi “Business Owner” diperlukan :
A. Pengendalian sistem
B. Kemampuan memimpin orang.
• Banyak orang merasa bahwa yang paling penting adalah produk atau jasanya. Ini tidak mutlak benar.
• Jutaan orang bisa membuat burger lebih enak dari Mc. Donald tapi hanya Mc. Donald yang mempunyai system yang telah menyajikan milyaran burger.
• Menurut saya ada 3 sistem yang diperlukan untuk membuat perusahaan menjadi dahsyat :
1. Sistem sumber daya manusia termasuk pembinaan, reward dan punishmentnya.
2. Sistem kontrol (kontrol arus kas, kontrol kedisiplinan, kontrol keuangan , administrasi, dll).
3. Sistem marketingnya.

Sistem adalah urut-urutan kerja yang logis dan menghasilkan.
Untuk memilih orang-orang yang tepat menurut saya ada 3 kualitas yang diperlukan, yaitu :
1. Passion
2. Integrity
3. Skill

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda. 
Anda bisa mendapatkannya di sini :

Senin, 31 Januari 2011

Motivasi Diri Dengan Hati Nurani


Motivasi diri lahir dari jiwa yang penuh semangat dan keyakinan dalam diri seseorang , sehingga menghasilkan pikiran yang merangsang atau menggerakkan seseorang itu menjadi dorongan yang kuat untuk melakukan suatu tindakan atau kegiatan sehingga ia dapat mancapai tujuannya.
Motivasi terbentuk  oleh cita-cita dan impian besar  seseorang  yang ingin diraihnya. Kisah kesuksesan berawal dari sebuah impian yang diimplementasikan dalam serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang mempunyai impian besar  harus percaya diri bahwa ia akan mampu mewujudkannya. Disertai dengan keyakinan terhadap Tuhan yang akan membantu dan mendampinginya  melalui hati nurani.

Menurut Robert K. Cooper Phd bahwa hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi yang kita jalani. Hati mampu mengetahui hal-hal mana yang tidak boleh, atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani.
Motivasi yang berasal dari dorongan suara hati atau hati nurani dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa dekat ini akan memancarkan nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai spiritualitas dalam motivasi akan melahirkan motivasi yang positif, motivasi yang sarat dengan serangkaian langkah-langkah spiritual dan optimisme terhadap keberhasilan.

Prof. Danah Zohar dan Prof. Ian Marshall dari Harvard University dan Oxford University memaparkan tentang kecerdasan spiritual dalam bukunya “Spiritual Quotient (SQ)”. Mereka berdua menjelaskan kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan persoalan makna hidup. Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat menilai langkah-langkah hidup seseorang lebih bermakna dibanding orang lain. Jadi hidup tidak hanya kosong tanpa makna yang jelas.

Kemudian, Wolf Singer, Michael Persinger dan V.S Ramachandran menemukan fungsi God Spot yang terintegrasi dalam otak manusia. God Spot sebagai pembimbing manusia untuk terus menerus mencari makna hidup. Manusia yang berhasil memaknai hidup ini dengan spiritualitas akan memotivasi dirinya untuk mengambil aktivitas yang terbaik, jauh dari perbuatan mendholimi orang lain, menebarkan kebaikan dan kemakmuran dalam mencapai impian.
Suara hati nurani akan mudah untuk didengar bila kita mempunyai hati yang bersih dan suci. Keyakinan bahwa Tuhan dekat dan akan membantu kita memberikan motivasi yang besar, yang akan melahirkan kepercayaan diri  untuk dapat meraih cita-cita itu. Hati nurani merupakan pembimbing terhadap apa yang sebaiknya dilakukan.

Jumat, 21 Januari 2011

Pikiran Penyebab Perasaan

Perasaan adalah karunia luar biasa yang kita miliki untuk memberitahu apa yang sedang kita pikirkan.

Apa yang sedang kita pikirkan dengan cepat akan terungkap oleh perasaan.  Perasaan adalah sinyal langsung bagi kita untuk mengetahui apa yang sedang kita pikirkan. Kita perlu mendengarkan perasaan dan menyadarinya, karena itu cara tercepat untuk mengetahui apa yang sedang kita pikirkan.


Kita mempunyai dua perasaan : perasaan buruk dan perasaan baik. Dan kita mengetahui perbedaannya, yang satu membuat kita merasa buruk dan yang lainnya membuat kita merasa baik. Ada perasaan tertekan (depresi), marah, kesal, putus asa (prustasi), stress, atau rasa bersalah. Perasaan-perasaan tersebut membuat kita tak berdaya dan bersikap tidak baik. Itulah perasaan buruk.

Sisi sebaliknya adalah kita mempunyai  perasaan yang baik. Kita akan tahu ketika perasaan baik itu datang, karena perasaan itu membuat kita merasa baik. Syukur, semangat, gembira, bergairah dan penuh cinta. Bayangkan jika kita dapat merasakannya setiap hari.
Tidak seorangpun dapat memberitahu kita, apakah kita merasa baik atau buruk? Karena yang dapat mengetahui bagaimana perasaan kita adalah diri kita sendiri. Jika kita meyakini perasaan kita, tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana perasaan saya?”. Kita bisa mengajukan pertanyaan ini berkali-kali setiap hari. Dan ketika kita melakukannya, kita akan lebih menyadari perasaan kita.

Hal terpenting yang perlu kita sadari adalah mustahil bagi kita merasa buruk sekaligus mempunyai pikiran yang baik. Karena pikiran menyebabkan perasaan. Jika kita merasa buruk, itu disebabkan karena kita sedang memikirkan hal-hal yang membuat kita merasa buruk. Dan mustahil ketika kita merasa baik sekaligus mempunyai pikiran yang buruk. Jika kita merasa baik, itu disebabkan karena kita sedang memikirkan hal-hal yang baik pula.

Segala sesuatu yang kita pikir dan rasakan akan menciptakan masa depan kita. Ketika kita merasa baik, kita akan menciptakan masa depan yang sesuai dengan keinginan kita. Dan ketika kita merasa buruk, kita akan menciptakan masa depan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Jika kita khawatir atau takut, akan mendatangkan lebih banyak lagi kekhawatiran dan ketakutan dalam hidup kita. Tetapi sebaliknya,  ketika kita berpikiran dan berperasaan baik, akan mendatangkan lebih banyak lagi kebaikan dalam hidup kita.

Ingatlah, bahwa pikiran adalah penyebab utama dari segala sesuatu. Maka, ubahlah pikiran Anda sekarang juga. Pikirkanlah sesuatu yang baik. Ketika perasaan baik mulai datang, Anda akan mengetahuinya, karena Anda sudah mengubah pikiran Anda ke sesuatu yang baik. Sehingga perasaan Anda menjadi lebih baik.

Jadi, “Bagaimana perasaan Anda saat ini?” Berhentilah sejenak untuk memikirkan bagaimana perasaan Anda. Jika Anda merasa tidak baik dibandingkan dengan yang Anda inginkan, fokuskan perasaan yang Anda inginkan dalam diri dan tingkatkan terus perasaan tersebut. Ketika Anda fokus pada perasaan Anda, dengan berniat mengubah diri, Anda akan dapat merasakan kekuatan perasaan Anda.

Buatlah hal-hal yang dapat mengubah perasaan Anda dalam seketika. Salah satu contoh dengan cara memejamkan mata sejenak (menutup diri dari gangguan), berfokus pada perasaan yang Anda inginkan, dan tersenyumlah selama satu menit. Yang lainnya, mungkin kenangan yang indah, kondisi yang menyenangkan, saat-saat lucu, orang-orang yang Anda cintai, atau musik favorit Anda. Hal-hal yang berbeda akan memindahkan perasaan Anda pada saat-saat yang berbeda pula. Jika salah satu hal (cara) tidak berhasil gunakanlah cara yang lain. Hanya butuh beberapa menit dengan fokus, untuk mengubah perasaan dalam diri Anda.


Perasaan adalah hasrat, dan hasrat adalah cinta. Pikiran yang dirasuki oleh cinta akan menjadi luar biasa. Maka penuhilah pikiran dan perasaan Anda dengan cinta. Semoga kehidupan indah (kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaiaan, keselamatan, dll.) yang Anda inginkan, bisa Anda wujudkan dengan mengarahkan pikiran dan perasaan Anda kepada yang baik-baik.